info@segorointerkon.co.id
02476510101
Tenaga Kerja Indonesia Harus Mengikuti Perkembangan Zaman

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dahkiri menyoroti perkembangan zaman khususnya di dunia industri yang dinamis dan pesat. Tentunya tenaga kerja juga harus memberikan respon positif terhadap perkembangan tersebut dengan dengan mempersiapkan diri sesuai dengan perkembangan yang ada.   “Perkembangan teknologi saat ini berimbas terhadap berubahnya karakter pekerjaan. Jika demikian mau tidak mau kemampuan SDM juga harus

Perbanyak Lembaga Pelatihan untuk Siapkan Tenaga Kerja Non-PRT

Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid mengaku siap melakukan berbagai langkah untuk mewujudkan perintah Presiden agar pada waktu secepatnya untuk menyetop pengiriman pekerja rumah tangga (PRT). “Intinya kita siap mengamankan perintah Presiden. Sebagai bangsa yang besar, kita harus angkat harkat dan martabat bangsa,” kata Nusron Wahid, dalam pernyataan yang

Pemerintah Ajak Swasta Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kerja

Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri mengajak dunia usaha untuk fokus menggenjot peningkatan kompetensi tenaga kerja. Menurut Hanif, saat ini jumlah tenaga kerja terampil di Indonesia sekitar 57 juta dan Indonesia merupakan negara dengan ekonomi terbesar ke-16 di dunia. Pada 2030, Indonesia diprediksi akan menjadi negara dengan ekonomi terbesar ketujuh di dunia. “Syaratnya, jumlah tenaga kerja

Menaker Ajak Perusahaan IT Bantu Pelatihan Kerja di BLK

Seiring dengan perkembangan teknologi dan digitalisasi, dunia industri berubah. Begitu juga dengan kebutuhan tenaga kerjanya. Menanggapi hal tersebut Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri berusaha menggandeng perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang informasi dan teknologi (IT) untuk terlibat dalam Balai Latihan Kerja (BLK). Perusahaan-perusahaan tersebut diajak untuk membantu peningkatan kompetensi kerja, terutama di BLK-BLK yang memiliki kejuruan IT.