info@segorointerkon.co.id
02476510101

Seiring dengan perkembangan teknologi dan digitalisasi, dunia industri berubah. Begitu juga dengan kebutuhan tenaga kerjanya. Menanggapi hal tersebut Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri berusaha menggandeng perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang informasi dan teknologi (IT) untuk terlibat dalam Balai Latihan Kerja (BLK).

Perusahaan-perusahaan tersebut diajak untuk membantu peningkatan kompetensi kerja, terutama di BLK-BLK yang memiliki kejuruan IT.

“Kalau industri berubah, pasar kerja berubah, maka kita harus siapkan SDM yang sesuai dengan perkembangan zaman. Kita ingin persoalan IT diperkuat agar output pelatihan kerja sesuai dengan  kebutuhan dunia industri,” ujar Menaker Hanif saat menerima perwakilan manajeman perusahaan IBM di kantornya, Kamis (18/5/2017) lalu.

Saat ini di seluruh Indonesia tersedia 301 BLK. Sebanyak 19 BLK dimiliki oleh pemerintah pusat. Sisanya, dimiliki oleh pemerintah daerah. Hanif mengatakan dalam waktu dekat Kemenaker akan mendorong IBM agar dapat segera membantu pelatihan kejuruan IT di sejumlah BLK tersebut.

 “Harapan kami kerja sama dengan perusahaan-perusahaan IT dapat membantu peserta pelatihan kerja, agar upgrade kemampuannya, sehingga sesuai dengan kebutuhan dunia industri,” kata Hanif.

Kemenaker, sebelumnya  juga sudah pernah menjalin kerja sama serupa, yaitu melibatkan perusahaan-perusahaan untuk membantu pelatihan di BLK. Kemenaker telah menggandeng perusahaan produsen otomotif PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dalam pelatihan kejuruan otomotif di BLK Kupang.

sumber: http://biz.kompas.com/read/2017/05/19/183359128/menaker.ajak.perusahaan.it.bantu.pelatihan.kerja.di.blk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Name *